Got me out here in the
water so deep
Tell me how You gonna
be without me?
If You ain’t here I
just can’t breathe
There’s no air no air
Hm, pas sepertinya lagu ini jadi backsound mewakili erangan
hati di kala menulis blog ini. The water
di sini kayak apa yang saya jalani di sebuah daerah dimana Tuhan menempatkan saya
untuk ‘melayani’ di sini. Sejujurnya saya sungguh kecewa baik sama orang-orang
di sini maupun diri saya sendiri. Misalkan saja hari ini, ketika saya mendengar
cerita teman sekerja saya, J di RS X yang partner jaganya yang bertugas di
ruangan pergi merujuk pasien menggunakan ambulance, padahal tugas visit
ruangannya belum selesai dikerjakan yang pada akhirnya dikerjakan oleh teman
sekerja saya yang lain, sebut saja A (FYI: teman sekerja gw ini si A habis jaga
malam di IGD dan ruangan) tanpa delegasi tugas yang jelas. Malam sebelumnya si
A seharusnya jaga ruangan, tapi entah mengapa dia malah ditelepon terus sama
orang IGD untuk melayani pasien karena partner jaganya yang mestinya bertugas
di IGD, sebut saja B tidak bisa dihubungi.
Ini bukan pertama kali dialami di ‘kampung halaman’ saya
ini. Kasus lain, dimana ketidakdisiplinan terhadap tugas yang seharusnya
dikerjakan dengan baik karena satu orang, dan akibatnya dirasakan oleh orang
yang tidak bersalah. Perlakuan semena-mena yang dilontarkan pasien, dsb. Saya
pun pernah mengalaminya. Jujur, saya sedih
dan kadang bertanya-tanya. Kenapa orang yang berhati tulus justru diberdayakan
habis-habisan di sini? Kenapa orang-orang dengan mudahnya menghakimi orang lain
tanpa tahu jelas permasalahannya? Kenapa orang yang tidak bersalah justru
mendapatkan akibat dari perbuatan tidak bertanggung jawab orang lain? Kenapa
ketaatan adalah barang mahal yang susah sekali ditemukan di sini? Apakah hal yang sama juga terjadi di tempat lain?
Pada akhirnya, saya harus belajar lebih lagi apa maksud
Tuhan menempatkan saya di sini. Yes, if
You ain’t here I just can’t breathe. There’s no air, no air.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar