Kamis, 29 Agustus 2013

Let's be in love again!


Akhir-akhir ini saya kerap disibukkan oleh beberapa hal yang sebenarnya dapat disiasati untuk tidak sibuk ketika manajemen waktu dan diri terkuasai. Hm, dan hari ini saya benar-benar tertegur dari Firman Tuhan yang saya baca melalui saat teduh. 

Terambil dari Yohanes 13:31-35, intinya Tuhan memberikan perintah untuk saling mengasihi; sama seperti Dia yang telah terlebih dahulu mengasihi kita. Super jlebb! Sudah sering sih mendengar kata-kata ini, tetapi entah mengapa saya langsung tertegur, melihat diri saya kembali belakangan ini yangsepertinya sudah mati rasa dalam mengasihi Allah dan sesama. Tetap saya melayani pasien2 saya, tetap saya berusaha menjaga hubungan baik dengan orang-orang di sekitar saya, namun seolah sekedar profesionalitas belaka. Semangat saya perlahan terkikis, tidak seperti semangat kasih mula-mula ketika saya mengenal sang Khalik sebagai Tuhan dan juruselamat saya. Yap, kondisi rohani saya sedang mengalami degradasi kronik progresif!

Beberapa pertanyaan menjadi bahan refleksi bagi saya. Bagaimana sebenarnya hubungan pribadi saya dengan sang Khalik? Apakah saya masih menikmati berkomunikasi dengan-Nya? Apakah saya masih mengasihi Allah dengan sungguh-sungguh? Apakah saya masih setia terhadap panggilan-Nya untuk menyampaikan kasih-Nya kepada orang-orang di dekat saya? Apakah saya senantiasa menjadi teladan sekaligus sahabat yang baik bagi orang-orang di sekitar saya?

Katanya: The height of our love for God is indicated by the depth of our love for one another (Morley). Semoga kiranya passion kasih mula-mula itu timbul lagi. Ya, semangat ketika mengalami kasih pertama kali, ketika jatuh cinta dan kasih itu meluap-luap, mau melakukan apapun dengan tulus untuk yang dicintai. Demikian pula lah kasih kepada sang Khalik dan sesama manusia.

Laguboti, 29 Agustus 2013