Jumat, 27 Desember 2013
Dreams Big, Acts Locally, Starts Now!!!
Sebentar lagi tahun ini akan segera berakhir dan tahun baru akan tiba. Yukk yukk kembali melihat kilas balik pencapaian tahun ini, mengevaluasi diri kembali, menilik panggilan serta visi misi kita. Lantas, mari membuat resolusi untuk tahun yang akan datang. Yang jelas teruslah bermimpi, berusaha, dan berpadanan dengan kehendakNya.. Selamat berefleksi! :)
#selfnote
Kamis, 29 Agustus 2013
Let's be in love again!
Akhir-akhir ini saya kerap disibukkan oleh beberapa
hal yang sebenarnya dapat disiasati untuk tidak sibuk ketika manajemen waktu dan
diri terkuasai. Hm, dan hari ini saya benar-benar tertegur dari Firman Tuhan
yang saya baca melalui saat teduh.
Terambil dari Yohanes 13:31-35, intinya Tuhan memberikan
perintah untuk saling mengasihi; sama seperti Dia yang telah terlebih dahulu
mengasihi kita. Super jlebb! Sudah sering sih mendengar kata-kata ini, tetapi
entah mengapa saya langsung tertegur, melihat diri saya kembali belakangan ini
yangsepertinya sudah mati rasa dalam mengasihi Allah dan sesama. Tetap saya
melayani pasien2 saya, tetap saya berusaha menjaga hubungan baik dengan
orang-orang di sekitar saya, namun seolah sekedar profesionalitas belaka. Semangat
saya perlahan terkikis, tidak seperti semangat kasih mula-mula ketika saya
mengenal sang Khalik sebagai Tuhan dan juruselamat saya. Yap, kondisi rohani
saya sedang mengalami degradasi kronik progresif!
Beberapa pertanyaan
menjadi bahan refleksi bagi saya. Bagaimana sebenarnya hubungan pribadi saya
dengan sang Khalik? Apakah saya masih menikmati berkomunikasi dengan-Nya?
Apakah saya masih mengasihi Allah dengan sungguh-sungguh? Apakah saya masih
setia terhadap panggilan-Nya untuk menyampaikan kasih-Nya kepada orang-orang di
dekat saya? Apakah saya senantiasa menjadi teladan sekaligus sahabat yang baik
bagi orang-orang di sekitar saya?
Katanya: The height of
our love for God is indicated by the depth of our love for one another (Morley).
Semoga kiranya passion kasih
mula-mula itu timbul lagi. Ya, semangat ketika mengalami kasih pertama kali,
ketika jatuh cinta dan kasih itu meluap-luap, mau melakukan apapun dengan tulus
untuk yang dicintai. Demikian pula lah kasih kepada sang Khalik dan sesama
manusia.
Laguboti, 29 Agustus 2013
Selasa, 18 Juni 2013
15 Significant People in My Life!
Ahaha, dapet dari fesbuk jaman dahulu kala.. Sudah dimodifikasi sesuai keadaan sekarang xD
Write things about 15 people! Make
sure to number 1-15. After you're done, tag each of the people you wrote about
(NOT IN NUMBER ORDER) and see if they can guess which number is theirs! Only
tell them if you want to, but you don't have to. And if you get tagged, make
sure you write one about the person who tagged you AND add on 20 more people!
Its fun! Give it a try! If you can't come up with 15 people, then just do as
many as you can.
(family NOT included)
1. Pastinya nomor satu sampe lima itu ponyoers!! Nah ponyo pertama itu ponyol alias ponyo konyol. Duh, masih gak nyangka sih dia bisa masuk list ini. Junior gw ini selalu jadi temen yang asik buat becanda, melucu, ataupun kepoo.. Haaaahaaa, biarpun kecerobohannya suka bikin duhh pusing mak duh aduh pusing tapi gw udah nganggep dia kayak tulang gw sendiri :p
(family NOT included)
1. Pastinya nomor satu sampe lima itu ponyoers!! Nah ponyo pertama itu ponyol alias ponyo konyol. Duh, masih gak nyangka sih dia bisa masuk list ini. Junior gw ini selalu jadi temen yang asik buat becanda, melucu, ataupun kepoo.. Haaaahaaa, biarpun kecerobohannya suka bikin duhh pusing mak duh aduh pusing tapi gw udah nganggep dia kayak tulang gw sendiri :p
Maruli Tua
2. Perempuan bertubuh kecil namun
bertingkah boss dan tampak arogan ini juga udah memberi warna dalam hidup gw
sejak gw ngekos bareng di bilangan paseban tengah, haha.. si ibu susu gw ini baik
banget, pinter masak jadi gw sering banget dimasakin dia (dan kebagian tugas
nyuci piring -_-“), andd dia punya cita-cita mulia yakni membangun sistem kesehatan
Indonesia yang lebih baik. Aaa, semoga tercapai impianmu kak!
Junita Tarigan
3. Co ini udah kenal dari awal masuk
FK. Di balik tampang mesum dan “sok” seriusnya, dia ini salah satu sahabat gw
yang menajamkan gw dalam banyak hal di perkampusan dan perPOan. Sering banget ngerasa
ganteng dan kadang nyebelin karena mulutnya setajam silet kalau ngomong. Si
ponyosihh alias ponyo seksi yang juga belahan jiwa ponyol ini sekarang lagi deg
deg serrr nunggu pengumuman ppds kardio, semoga dapet yang terbaik deh yaaa,
biar bisa traktirrr ^^
Wendy Saragih
4. Ce yang satu ini mutiara benjet
lahh.. cantik, baik hati, cerdas, mandiri, bermisi dan visioner hidupnya. Hampir
ga ada kelakuan minus yang gw liat, hehe.. sehingga dia jadi teman yang asik
buat diskusi di grup ponyoo dan dunia nyata. Sekarang dia di Lampung jadi dokter
gigi perusahaan di sana.. I’ll pray for God always bless and keep you dear :)
Jeng Seriana
5. Nahh, co ini adalah belahan hati
si mutiara yang di atas, dia juga idola lohh di sebuah rumah sakit di daerah
Balige. Sabar dan baikkknyaaaa superrrr dehh.. si kokohh ini bisa jadi pendengar
dan pemberi solusi yang bijaksana sekali terhadap persoalan2 hidup gw maupun
orang lain yang sedang membutuhkan pertolongan.. Hihiii, cepetan
nikah ya kak sama si pacarrrr ;)
Andri Susanto
6. awal mula berkomunikasi dengan co
ini adalah saat dia follow up siapa2 aja yang jadi peserta kamp medis dari
FKUI.. gilak ya gw penasaran siapa sih orang yang menteror2 gw ini dgn sms dan
tlp. Sampe akhirnya beneran ketemu di Balige. Kakak ini juga cukup idola di
Laguboti dan Balige karena perawakan yang diklaim oleh dirinya sendiri mirip
Siwon :p. Si Sanguin-kolerik ini adalah teman pelayanan yang cukup dinamis, hehe..
Sukses rencana sekolah ke depan ya kak :D
Kris Gunadi
7. Ce yang satu ini terlihat kalem
dan menenangkan. Dia juga tipe pendengar yang baik sama keluh kesah dan
permasalahan gw yang gw hadapi. Gw selalu bahagia tiap ngobrol sama dia karena
se-gak-lucu apapun hal yang gw omongin dia tetap senyum dan tertawa bahagia,
haaahaaa.. ahh, kangen dehh pengen
ketemu lagi! Kita sepedaan yuk di sekitaran UI Depok :)
Sunny Orlena
8. Ini dia salah satu adek KTB gw yanggg
twit2nya sering jadi pedoman gw dalam melihat apa yang lagi in di luar sana, hahaa.. biarpun lagi internship
di NTT, tapi tetep gw bisa ngintilin aktivitasnya lewat twitter, hehe..
Semangat ya tipp cakep internshipnyaaaa ;)
Tiffany Christina
9. hmm, mulai kapan ya gw kenal ce
ini? Dari kecil udah sekolah minggu bareng, katekisasi bareng, suka jalan
bareng juga kalo lagi liburan di sekitaran Depok. Kecil-kecil cabe rawitlah
pokoknya dia, hehe.. kapan nih kita jalan lagi? Lo sibuk amat dehh
per-apoteker-annya -___-“
Surya Sinaga
10. Perempuan tangguh nan enerjik
ini salah satu sahabat yang terus menginspirasi gw. Pertama kali ketemu waktu
kelas 1 SMA, kita sama2 anak kereta Depok-Tebet, hehe.. Belajar bareng,
kelompok kecil bareng, jalan bareng, teman becanda dan ketawa-ketiwi, berbagi
ide dan saling melengkapi satu sama lain. Kalau ketemu, pasti ada resolusi yang
pengen dicapai. Sekarang dia udah bergelut di dunia per-biomedik-an jadi udah
agak sibuk gitu dehh :p. Kangen gilakkk sama dikauuu, ihikks, semoga ntar
terwujud yakk cita2 kita bikin klinik/rs buat orang2 yang bener2 gak mampu.
Devri Ary
11. Ibu yang satu ini kalo ngomong
di depan publik suaranya bisa menghipnotis banyak orang yang mendengar,
wakakkakk, tapi langsung beda jauh kalo ngobrol2 santai sama dia. Udah kayak
mentega dan roti lah gw sama dia, tapi sekarang kami terpisah jauhh, gw di
Balige dan dia PTT di Kendari. Yukk yukk ketemuan dan menggila lagi donggg!!
Reski Lepong Bulan
12. Adek KTB gw yang biarpun jauh
lebih muda dibanding teman2 seangkatannya, tapi kedewasaannya gak kalah
jauhlah. Bijaksana dalam bertindak dan berkata-kata. Aihh, aku rindu sharing2
dengan dirimu nih ve :)
Venita William
13. Thank God gw sangat diberkati
dengan adek2 KTB gw yang multitalenta. Sama halnya dengan perempuan yang satu
ini. Pinter main musik, berorganisasi, cari dana PO, hehe.. Dann ternyata gw
masih saudaraan.. Ehh, udah lama dehh kita ga ngobrol2 ;)
Maria Meilita
14. Batak, tinggi, cakep, keibuan,
aktif, inisiatif... Apa lagilah yang kurang dari adek KTB gw yang satu ini?! Tinggal daftar jadi putri Indonesia aja kali
ya, hehe.. Apa kabar dirimu sekarang di Bima adik? Wish you all the good things
:D
Nia Amerina
15. Si kreatif dan jago ngedisain
nihh.. Adek KTB gw ini punya cita rasa seni yang tinggi.. Dia ini salah satu
yang semangat juga nanyain kapan kumpul KTB. Aihh, miss u wid widdd, yukk yukk
kita KTB lagi.. baik2 di tempat internship sanaaa yaa..^^
Widya Juwita
16. Nahh, tambahan yaa. Yang terakhir ini sejujurnya gw belum pernah ketemu orangnya, cumaaa sepertinya dia orang yang sangat asikk walau seringnya serius terlihat dari pembicaraannya yang sarat makna. Berpotensi menjadi sahabat baik gw kelak di kemudian hari. Semoga bisa saling mendukung yaaa dalam kasih dan pekerjaan baik, hihiii xD
Youu, yes it's youu xD
Senin, 29 April 2013
Belajar dari Kehilangan
Akhir-akhir ini saya banyak sekali merasakan kehilangan materi. Misalnya, saat saya dikatakan telat check in saat akan berangkat ke Medan, menggunakan sebuah maskapai penerbangan berlambang singa. Saat itu saya terpaksa mereschedule ulang waktu keberangkatan dan mesti membayar biaya tambahan sekitar 2 kali lipat harga tiket awal. Kehilangan dilanjutkan dengan raibnya jam tangan Alba kesayangan saya, di mana saya benar-benar lupa kapan dan dimana saya terakhir kali meletakkan jam tangan tersebut. Dan yang baru saja terjadi, sejumlah uang yang saya bawa saat makan malam di sebuah warung makan dekat tempat saya berkerja terjatuh entah dimana. :(
Kehilangan itu merugikan! Kalau mau main hitung-hitungan ya jelas rugi. Uang sejumlah itu bisa digunakan untuk hal-hal lain yang bermanfaat dan jauh menyenangkan. Jam tangan kesayangan yang sudah menemani selama hampir 3 tahun tidak bisa lagi saya gunakan untuk menjadi penunjuk waktu, tidak bisa lagi untuk menghitung denyut nadi atau laju napas pasien. Belum lagi kalau diingat-ingat jam tangan itu adalah harta pertama yang saya beli dari hasil kerja saya sendiri untuk pertama kalinya (dulu pernah mencoba untuk mengajar privat, hehe), jadi pastinya punya kenangan tersendiri.
Makin cinta terhadap sesuatu, makin susah melepasnya jika kehilangan! hmm, ini benar adanyaaa.. Nah pas banget saya ingat kisahnya Ayub yang pernah kehilangan ga cuma materi, namun juga orang-orang yang disayang, bahkan kegantengan fisiknya. Ini jauh, jauh lebih menakutkan daripada kehilangan yang saya alami. Dan apa yang justru dikatakan Ayub?
Kehilangan juga membuat saya belajar melihat kembali sikap perilaku saya selama ini. Apakah mungkin saya juga terlalu ceroboh dalam menjaga materi tersebut. Wong barang-barang kepunyaan yang seperti itu aja bisa hilang, apalagi orang yang disayangi kelak #eh, jadi curcol :p
Banyak hal yang diuji melalui belajar dari kehilangan, mulai dari sikap hati saya kepada Sang Pemilik Materi sampai kepada perilaku saya dalam menjaga titipan Sang Khalik tersebut. Selamat memperbaiki diri kembali Prima! :)
Kehilangan itu merugikan! Kalau mau main hitung-hitungan ya jelas rugi. Uang sejumlah itu bisa digunakan untuk hal-hal lain yang bermanfaat dan jauh menyenangkan. Jam tangan kesayangan yang sudah menemani selama hampir 3 tahun tidak bisa lagi saya gunakan untuk menjadi penunjuk waktu, tidak bisa lagi untuk menghitung denyut nadi atau laju napas pasien. Belum lagi kalau diingat-ingat jam tangan itu adalah harta pertama yang saya beli dari hasil kerja saya sendiri untuk pertama kalinya (dulu pernah mencoba untuk mengajar privat, hehe), jadi pastinya punya kenangan tersendiri.
Makin cinta terhadap sesuatu, makin susah melepasnya jika kehilangan! hmm, ini benar adanyaaa.. Nah pas banget saya ingat kisahnya Ayub yang pernah kehilangan ga cuma materi, namun juga orang-orang yang disayang, bahkan kegantengan fisiknya. Ini jauh, jauh lebih menakutkan daripada kehilangan yang saya alami. Dan apa yang justru dikatakan Ayub?
"Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!"
"... Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?"
Kehilangan juga membuat saya belajar melihat kembali sikap perilaku saya selama ini. Apakah mungkin saya juga terlalu ceroboh dalam menjaga materi tersebut. Wong barang-barang kepunyaan yang seperti itu aja bisa hilang, apalagi orang yang disayangi kelak #eh, jadi curcol :p
Banyak hal yang diuji melalui belajar dari kehilangan, mulai dari sikap hati saya kepada Sang Pemilik Materi sampai kepada perilaku saya dalam menjaga titipan Sang Khalik tersebut. Selamat memperbaiki diri kembali Prima! :)
Langganan:
Komentar (Atom)