"Whatever small good thing you're doing, do it wholeheartedly, because, you may not be aware of, you are changing the world."
Ceritanya udah jadi ppds sekarang, hehe..
Paling tidak, ada gambaran apa yang akan dijalani beberapa tahun ke depan.
Dan kehidupan sebagai residen dimulai dari Agustus 2014 (udah 1,5 tahun yll, hahaha)
Awal pembelajaran dimulai dengan menjalani kuliah magister yang cukup membahagiakan. Kenal orang-orang baru dari berbagai bagian, belajar filsafat, statistik, penelitian, biomol, de el el, belajar mengenali karakter tiap orang yang ditemui, dan makin ke sini yang agak susah adalah menjaga integritas hidup.
Berrlanjut terjun langsung ke bangsal, dunia PPDS itu kenyataannya tidaklah semulus apa yang orang2 luar lihat.. Waktu koas dulu, kayaknya keren kalo ngeliat abang X, residen kardio masih bisa ikut persekutuan, padahal pasti pendidikan yang dijalani super berat, lihat kakak Y, residen interna yang ilmunya sampe tumpah waktu ngajarin adek2 koas kepo nan lugu macam saya dengan sabar. Suatu saat saya juga bisa jadi teladan seperti itu (pikir saya)
Ketika dijalani, satu demi satu tantangan datang.. budaya titip absen, bolos2an kuliah karena ngerjain perintah senior, "makan temen", nyontek pas ujian pun masih ada ditemui di dunia per-ppds-an pada masa saya. belum lagi drama-drama "pemanis" antar ppds, hehehe..
Namunnn, di tengah2 penatnya dunia yang tampak tidak ideal dan tabrak menabrak antar satu aturan dengan yang lain, saya bersyukur kalau Tuhan masih memperkenalkan saya kepada orang-orang yang masih menjaga idealisme mereka. Sebut saja mawar, baru kenal pertama kali waktu pernah rawat pasien bareng di bangsal, orangnya tulus dan positif banget.. ya intinya saya belajar gimana setia sama perkara2 kecil dari dia, mulai dari gak itung2an ngerjain tugas ppds demi yang namanya 'patient safety' (contoh coding/konsul pro tindakan A dari divisi B which is bukan divisi kita), ngeresepin harian/ bikin kardeks yang kalo dipikir2 kan bukan pasien gw, tapi krn sang empunya pasien tidak kunjung datang hingga sore hari krn satu dan lain hal, ya gak ada salahnya bikinin daripada itu pasien gak dapet obat, dan banyakkk contoh2 lainnya. Jadiiii, bagi saya, benarlah kata quote di atas tadi (yang saya ambil dari kata2 temen saya Wendy), kalo perkara2 kecil yang dilakukan dengan tulus, ikhlas, sepenuh hati bisa aja tanpa disadari merubah dunia, setidaknya dunia kehidupan orang lain di sekitarnya :)