Matius 5:43-48
5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
Firman tersebut sebenarnya tidak pernah ada pada Perjanjian Lama. Ajaran ini ditemukan pada kumpulan naskah yang muncul antara PL dan PB (berupa penafsiran para nabi pada zaman 400 tahun Tuhan tidak berfirman) dan pengaruhnya luar biasa di kalangan Yahudi. Orang Yahudi pada masa itu memiliki penghayatan iman bahwa ‘sesama manusia’ adalah orang Yahudi dan di luar itu bukan. Contoh nyata dalam Alkitab adalah Paulus sebagai orang Yahudi yang tak bercacat cela melaksanakan hukum taurat (Filipi 3:6), problemnya dia sangat tidak menyukai orang Kristen yang saat itu dianggap yang bukanlah sesama orang Yahudi.
5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Perintah Tuhan Yesus merupakan counter terhadap ajaran Israel saat itu.
Dalam konteks Matius, the enemy will be primarily one who is outside and opposite of the community of Christ (mereka yang di luar komunitas umat Allah, yg mjd oposisi umat Allah) Dengan kata lain, mereka yang berada diluar komunitas Kristen.
Siapa itu musuh/yang menganiaya kamu? --> dalam konteks umum:
- Mereka yang merugikan kita. Contoh konteks PB: Onesimus dalam kitab Filemon, krn sbg seorang budak dia kemungkinan besar mencuri sehingga dipenjarakan. Ketika Onesimus bertobat melalui pelayanan pemberitaan injil yang dilakukan Paulus dlm penjara, Paulus meminta Filemon untuk menerima Onesimus bukan lagi sebagai budak melainkan saudara. Hal ini tidak mudah bagi Filemon. Ada kekuatiran hal tersebut akan terulang lagi. Untuk percaya dan menerima kembali tidaklah mudah, padahal percaya adalah salah satu aspek kasih
- Mereka yang melukai hati, menolak
- Mereka yang memperlakukan secara tidak adil
- Mereka yang mengintimidasi dan menganiaya kamu
- Dll
Intinya mereka di ataslah yang kerap membuat kita sulit mengasihi kembali
Perintah Tuhan bagi murid-muridNya:
- Mengasihi, bukan cuma sekedar mengasihi, tetapi seperti yang sudah dilakukan Allah kita (sacrificial love). Kalau dalam konteks Filemon, berarti Filemon harus siap menghadapi kemungkinan untuk dirugikan kembali, siap terluka kembali. Harus siap terluka kalau mau mengasihi.
Perintah ini jelas (dari PL maupun PB), Tuhan tidak mendidik murid-muridNya saat itu yg adalah org Yahudi untuk jadi eksklusif. Kasihi komunitas di luar umat Allah, termasuk yang menganiaya kita. Terkadang ‘musuh’ gerah dan bersikap demikian mungkin karena kearoganan kita juga, walaupun tindakan2 yang mereka lakukan juga tidak dapat dibenarkan, tetaplah mengasihi mereka.
Tidak ada seorangpun yang menolak dikasihi (termasuk orang sombong dan gengsi yang sebenarnya menikmati :p). Kenapa? Karena kasih adalah kebutuhan yang universal.
- Berdoa bagi musuh dan komunitas di luar umat Allah, bagi mereka yang menganiaya. Berdoa artinya kita sedang mengundang Allah untuk terlibat dalam hidup mereka. Bayangkan kalau Allah tidak terlibat dalam hidup mereka? Yunus misalnya, yang pada awalnya tidak mau Allah bekerja dalam orang2 Niniwe, karena dia tahu Allahnya seperti apa (maha pengampun). Niniwe adalah bangsa yang kejam luar biasa yang berulang kali menganiaya orang Israel. Pastilah sulit bagi Yunus untuk mengampuni dan membiarkan Niniwe diselamatkan. Ini tidak mudah, tapi inilah perintah yang diberikan.
Kasihilah musuhmu, mengapa?
- 5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
Tuhan tidak pilih kasih. Anugerah umum diberikan tidak cuma terhadap orang Kristen, namun kepada semua orang baik/tidak baik, benar/tidak benar.
- 5:46-47 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?
Keduanya alasan yang sangat logis yang Tuhan berikan.
5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.
Sempurna tidak hanya bermakna moral perfection tapi juga complete/wholeness (lengkap/utuh/dewasa). Kedewasaaan rohani seseorang salah satunya dinilai dari kesanggupan untuk mengasihi dan berdoa bagi musuh mereka/mereka yang menganiaya. Kedewasaan rohani bukan dinilai dari karunia yang banyak, pelayanan ataupun pengalaman pelayanan yang sudah puluhan tahun.
Apa hasilnya jika dalam anugerah Tuhan kita berhasil mengasihi musuh?
Berbahagialah orang yang lemah lembut karena mereka akan memiliki bumi.
Lemah lembut disini adalah karakter ‘membenci dosanya, mengasihi orangnya’. Orang yang lemah lembut akan terhindar dari keinginan balas dendam, karena yang dia benci bukan orangnya tapi dosanya. Sama seperti Tuhan Yesus yang begitu mengasihi kita, sehingga dia menebus kita dari dosa yang paling dibenciNya.
Mengasihi musuh diwakili oleh karakter lemah lembut. Kenapa? Karena karakter lemah lembut hanya muncul ketika orang tersebut mengalami perlakuan yang buruk dari pihak lain. Di situ karakter lemah lembut teruji. Ketika berhasil --> memiliki bumi --> bukan berarti kaya materi, tapi memenangkan banyak hati manusia.
Apabila saat ini kita yang sedang mengalami kondisi dirugikan, diperlakukan tidak adil, dilecehkan, diremehkan, diintimidasi, dianiaya, difitnah, perintah Tuhan tetap sama bagi kita “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.”
Kualitas kasih murid Kristus teruji bukan pada saat kita diperlakukan baik. Kualitas kasih justru teruji pada saat kita diperlakukan buruk. Kita berkesempatan untuk mendemonstrasikan kasih Kristus. Jangan gelisah ketika tuhan mengizinkan kita mengalami hal-hal buruk dari orang lain. Tuhan ingin memberi kita kesempatan untuk mewarisi karakternya yang mulia dalam diri kita.
Selamat mengasihi dan berdoa.. Tuhan memberkati! :)
-27 Juli 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar